Kartini, Inikah yang Engkau Harapkan
Memperingati Hari Kartini yang jatuh tanggal 21 April besok, saya ingin berbagi pendapat dan pemikiran saya mengenai peringatan Hari Kartini di masyarakat. Selama ini bahkan masih terjadi di masyarakat, setiap bulan April menjelang, saat atau setelah tanggal 21 April, di sekolah atau instansi-instansi baik milik pemerintah atau swasta identik merayakan Hari Kartini dengan menggunakan kebaya atau baju adat jawa. Kalau mengingat, mendengar atau sedang membicarakan Kartini pasti identik dengan emansipasi wanita atau persamaan gender atau juga persamaan hak antara wanita dan pria dalam kehidupan terutama dalam pendidikan dan rumah tangga. Namun apakah itu yang benar-benar menjadi pejuangan atau buah pemikiran dari sosok R.A. Kartini yang sebenarnya? apakah adanya persamaan kedudukan antara pria dan wanita saja? Kalau menurut saya pribadi, perempuan telah lahir dengan hak-hak dan kewajiban yang telah dimiliki dan melekat sejak ia ada di muka bumi ini. Perempuan dengan kodratnya adalah seorang ibu yang merupakan pendidik dan pembimbing utama bagi anak-anaknya dan menjadi sosok penting dalam rumah tangga yang tidak bisa diremehkan kontribusinya.
Di Era Globalisasi atau Era Digitalisasi sekarang ini pendidikan sangatlah penting, untuk semua kalangan baik laki-laki atau wanita, tak ada kecuali. Dengan perkembangan jaman yang semakin maju, semua dituntut untuk mengimbangi IPTEK yang terus berubah. Wanita tanpa mengesampingkan kodrat sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya setidaknya harus mempunyai pendidikan yang tinggi dan mandiri agar bisa memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara serta agamanya. Itu mungkin yang menjadi salah satu dari pemikiran dan perjuangan seorang Kartini di massa silam. Yangmana dahulu masih ada keterbatasan bagi seorang perempuan untuk mendapatkan pendidikan bahkan untuk keluar rumah. Perempuan di kekang dan banyak terjadi penindasan serta kekerasan yang dilakukan dari laki-laki. Dengan adanya Kartini di usia mudanya dan pengaruhnya sampai sekarang ini, perempuan tak lagi hanya seotrang yang hanya di dapur dan memenuhi kebutuhan biologis laki-laki tapi perempuan pun dapat berkarya dan memberikan kontribusinya bagi perkembangan jaman namun tanpa mengesampingkan kewajibanmya sebagai seorang ibu dan istri dalam rumah tangga. Banyak wanita hebat yang memajukan bangsa ini dan melahirkan generasi-generasi muda tangguh dan mampu bersaing dengan dunia global.
Berikut ini adalah salah satu kutipan dari surat-surat Kartini :
Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-sekali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya, menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. (surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902)
Dalam salah satu surat Kartini ini kita dapat mengetahui bahwa tujuan Kartini di masa lampau salah satunya adalah adanya keinginan pendidikan dan pengajaran bagi perempuan. Semata-mata agar perempuan lebih mengetahui, memahami dan lebih baik dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu dan merupakan pendidik pertama bagi anak-anak yang dilahirkannya dan bukan menjadi pesaing bagi laki-laki dalam kehidupan.

Komentar
Posting Komentar